.quickedit{ display:none; }

Wednesday, August 27, 2008

Lapisan Ozon Terus Berkurang tetapi Hair Spray Masih Digunakan

Coba tengok botol parfum atau hair spray yang Anda gunakan, apakah produk tersebut menggunakan propellant aerosol atau tidak? Jika ya, sebaiknya jangan Anda gunakan karena produk itu bisa merusak lapisan ozon.

Masalah menipisnya lapisan ozon di stratosfer sudah lama dibicarakan para ahli dan pemerhati lingkungan. Bahkan, berbagai kampanye lingkungan hidup yang berisi sosialisasi mengenai perlunya menjaga lapisan ozon telah pula dilakukan, tetapi masih banyak orang yang belum sadar betapa penting menjaga lapisan ozon itu agar tidak semakin parah.

Menurut Tri Widayati, dari Bidang Atmosfer Kementerian Lingkungan Hidup (LH), selain propellant berbagai senyawa kimia perusak ozon buatan manusia masih juga digunakan, seperti chloroflourcarbon (CFC), halon, metil bromida, dan lain-lain.

Selama bertahun-tahun, senyawa-senyawa kimia tersebut secara luas dipakai untuk berbagai keperluan, seperti sebagai media pendingin di lemari es, alat-alat pendingin ruangan (air conditioner/AC), sebagai blowing agent dalam proses pembuatan foam (busa), sebagai cairan pembersih (solvent), bahan aktif untuk pemadam kebakaran, bahan aktif untuk fumigasi di pergudangan, pra-pengapalan, dan karantina produk-produk pertanian dan kehutanan.

Senyawa-senyawa kimia tersebut dapat menyebabkan lapisan ozon tidak lagi mampu melindungi bumi terhadap radiasi ultra violet (UV) dari matahari. Setiap 10 persen penipisan lapisan ozon akan menyebabkan kenaikan radiasi UV sebesar 20 persen.

Kerusakan mata, meluasnya penyakit infeksi, dan peningkatan kasus kanker kulit adalah sebagian dari dampak yang akan timbul, jika lapisan ozon semakin menipis. Jika dibiarkan, radiasi UV tersebut juga akan menyebabkan vaksinasi terhadap sejumlah penyakit menjadi kurang efektif, dan akan memicu reaksi foto kimia yang menghasilkan asap beracun dan hujan asam.

Karena itu, kerusakan lapisan ozon tidak hanya membahayakan jiwa manusia, tetapi juga hewan, tanaman, dan bangunan.

Radiasi UV juga menurunkan kemampuan sejumlah organisme dalam menyerap CO2. CO2 sebagai salah satu gas rumah kaca, sehingga menyebabkan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer akan meningkat dan terjadilah pemanasan global.

Untuk mengantisipasi kian parahnya lapisan ozon, dunia internasional pun sepakat mengurangi konsumsi bahan perusak lapisan ozon (BPO) termasuk CFC secara bertahap. Kesepakatan internasional yang diadakan di Wina, Austria pada 22 Maret 1985 dan pertemuan di Montreal, Kanada pada 16 September 1987 itu kemudian menghasilkan Konvensi Wina dan Protokol Montreal.

Menurut Deputi Bidang Pelestarian Lingkungan Kementerian LH, Dra Liana Bratasida, MS, pemerintah Indonesia melalui Keputusan Presiden No 23/1992 meratifikasi kedua perjanjian internasional tersebut.

“Dengan demikian, Indonesia berkewajiban ikut melaksanakan ketentuan dalam protokol tersebut. Yaitu mengembangkan program perlindungan lapisan ozon di tingkat nasional serta melaksanakan upaya penghapusan BPO secara bertahap sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Dalam pelaksanaan Konvensi Wina dan Protokol Montreal, Indonesia memperoleh bantuan dana dan teknis dari Multilateral Fund (MLF). Liana menjelaskan bantuan MLF itu sebagian besar disalurkan ke berbagai perusahaan yang dalam proses produksinya masih menggunakan bahan-bahan perusak ozon untuk digantikan dengan bahan-bahan penggantinya yang tidak merusak ozon.

“Total jumlah industri yang sudah kami bantu sejak 1994-2002 adalah 210 perusahaan. Terbagi dalam industri foam, refrigerant, halon, aerosol, solvent, dan industri tembakau. Industri tersebut tersebar di beberapa wilayah Indonesia,” kata dia.

Menurut Liana, pemerintah sendiri kini berupaya menggalakkan program insentif untuk mendukung industri yang bersedia menggunakan bahan-bahan pengganti yang tidak merusak ozon. Salah satunya dengan tidak memungut bayaran kepada setiap perusahaan yang bersedia menggunakan teknologi baru yang aman bagi ozon.

“Kami juga menyediakan tenaga ahli yang membantu mengoperasikan alat-alat tadi sampai mereka bisa mengoperasikan alat itu sendiri, semua kami berikan secara gratis,” ujar Liana.

Dijelaskan, ditargetkan pada 2007 seluruh industri di Indonesia sudah mengganti teknologinya dengan teknologi yang aman bagi ozon. “Dengan total hibah mencapai US$ 16 juta ,” ujarnya.

Pemerintah akan menyaring perusahaan-perusahaan yang akan mendapatkan program intensif tersebut. Penyaringan itu dilakukan oleh tim berdasarkan beberapa kriteria.

“Anggota tim yang menyaring tersebut tidak hanya dari Kantor Menteri LH tetapi juga dari World Bank, UNDP, dan UNIDO sebagai pemberi dana,” katanya.

Sedangkan untuk pelaksanaan Konvensi Perubahan Iklim negara-negara berkembang memperoleh bantuan dari Global Environment Facilities (GEF). Indonesia belum banyak memanfaatkan bantuan tersebut tetapi baru menyusun komunikasi nasional yang pertama. “Komunikasi Nasional tersebut terutama berisi tentang laporan hasil inventarisasi gas-gas rumah kaca di Indonesia,” jelas Liana.

Sementara untuk mengatasi permasalahan deposisi asam sejak tahun 1998 pemerintah Indonesia beserta negara-negara Asia yang lain bergabung dalam suatu jaringan yang disebut EANET (East Asia Network for Acid Deposition).

Fungsi EANET antara lain membantu secara teknis kepada anggota, termasuk pelaksanaan training dan berbagai pertemuan, melakukan kegiatan quality assurance dan quality control terhadap hasil pemantauan, dan mengumpulkan data hasil monitoring, dan lain-lain.

Dikatakan Liana, selain memberi insentif kepada perusahaan, kantor LH juga berupaya menyosialisasikan isu pentingnya perlindungan lapisan ozon, perubahan iklim, dan deposisi asam kepada seluruh lapisan masyarakat, terutama di daerah.

“Hal itu sejalan dengan penerapan otonomi daerah. Dengan demikian pada saatnya nanti pemerintah daerah dan masyarakat di sanalah yang akan memperoleh manfaat dari pelaksanaan ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Konvensi Wina dan Konvensi Perubahan Iklim,” jelasnya. Dia juga berharap pemerintah dan masyarakat di daerah dapat menangkap berbagai peluang yang timbul dari kedua konvensi dan protokol tersebut. Yaitu mengadakan proyek-proyek investasi yang disalurkan ke berbagai perusahaan untuk menggantikan teknologi dan konsumsi bahan-bahan perusak ozon
Sumber: Suara Pembaruan, 26 Pebruari 2003

Tips mengurangi dampak pemanasan global

Ada beberapa tips nih untuk mengurangi dampak pemanasan global

1. Matikan alat elektronik yg tidak terpakai. Alat listrik dalam posisi stand-by ternyata masih menggunakan listrik. Dengan mengurangi penggunaan energi, kita bisa mengurangi penggunaan energi, bisa mengurangi pembuangan karbon dioksida ke udara.
2. Jangan biarkan air mengucur terus saat kita gosok gigi atau cuci tangan. Kita wajib menghemat air, karena global warming berpotensi besar menyebabkan kekeringan.
3. Pakai baju yang berbahan katun supaya ngga kepanasan.
4. Bawa botol minuman sendiri supaya ngga perlu beli air minum dalam kemasan dan menambah sampah kemasan air mineral.
5. Pakai saputangan sbg ganti tisu.
6. Tanam tumbuh-tumbuhan di halaman rumah kita. tumbuhan bisa mengurangi pemanasan global.
7. Gunakan pupuk alami untuk tanaman kita.
8. Jangan men-charge baterai handphone semalaman. Segera cabut kalau sudah penuh.
9. Lebih baik pakai kipas angin daripada AC
10. Daripada teh celup, lebih baik minum teh tubruk . sampah yg dihasilkan oleh teh tubruk adalah sampah organic yg mudah terurai.
11. Ganatau bathtub, kita bisa menghemat air jauh lebih banyak dg menggunakan shower.
14. Jangan biarkan air menetes dari keran. Setelah pakai, tutup keran rapat-rapat.
15. Kurangi penggunaan hair spray dan hair dryer.
16. Biasakan berjalan kaki atau naik sepeda untuk bepergian yg jaraknya dekat.

Sunday, August 17, 2008

Pemanasan Global (GLOBAL WARMING)

Perubahan Iklim Global atau dalam bahasa inggrisnya GLOBAL CLIMATE CHANGE menjadi pembicaraan hangat di dunia dan hari ini Konferensi Internasional yang membahas tentang hal tersebut sedang diselenggarakan di Nusa Dua Bali mulai tanggal 3 hingga 14 Desember 2007, diikuti oleh delegasi dari lebih dari 100 negara peserta. Salah satu penyebab perubahan iklim adalah Pemanasan Global (Global Warming).

Pemanasan Global adalah kejadian meningkatnya temperatur rata-rata atmosfer, laut dan daratan Bumi. Pemanasan Global disebabkan diantaranya oleh “Greenhouse Effect” atau yang kita kenal dengan EFEK RUMAH KACA. Efek rumah kaca disebabkan karena naiknya konsentrasi gas karbondioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minyak (BBM), batu bara dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk mengabsorbsinya.

Istilah efek rumah kaca, diambil dari cara tanam yang digunakan para petani di daerah iklim sedang (negara yang memiliki empat musim). Para petani biasa menanam sayuran atau bunga di dalam rumah kaca untuk menjaga suhu ruangan tetap hangat. Kenapa menggunakan kaca/bahan yang bening? Karena sifat materinya yang dapat tertembus sinar matahari. Dari sinar yang masuk tersebut, akan dipantulkan kembali oleh benda/permukaan dalam rumah kaca, ketika dipantulkan sinar itu berubah menjadi energi panas yang berupa sinar inframerah, selanjutnya energi panas tersebut terperangkap dalam rumah kaca. Demikian pula halnya salah satu fungsi atmosfer bumi kita seperti rumah kaca tersebut. Sebagai Illustrasi sederhana tentang terjadinya pemanasan Global silahkan KLIK DISINI

Untuk mencegah dan mengurangi emisi gas karbondioksida dan efek rumah kaca mendorong lahirnya PROTOKOL KYOTO. Dinegosiasikan di Kyoto Jepang pada Desember 1997, dibuka untuk penandatanganan 16 Maret 1998 dan ditutup pada 15 Maret 1999. Persetujuan ini mulai berlaku pada tanggal 16 Pebruari 2005, setelah ratifikasi resmi yang dilakukan Rusia pada 18 November 2004.

Hingga 23 Oktober 2007 sudah 179 negara yang meratifikasi PROTOKOL KYOTO tersebut, daftar negara dapat anda lihat DISINI. Ada empat negara yang telah menandatangani namun belum meratifikasi protokol Kyoto tersebut yaitu, Australia (tidak berminat meratifikasi), Monako, Amerika Serikat yang merupakan pengeluar terbesar gas rumah kaca juga tidak berminat untuk meratifikasinya, sisanya Kazakstan. Tetapi setelah baru-baru ini Australia meratifikasinya menjelang konferensi perubahan iklim di Bali, maka tinggal Amerika Serikat sendiri sebagai negara industri besar yang belum meratifikasinya. Negara lain yang belum memberikan reaksi adalah Afghanistan, Andorra, Brunei, Rep. Afrika Tengah, Chad, Komoro Island, Irak, Taiwan, Republik Demokratik Arab Sahrawi, San Marino, Somalia, Tajikistan, Timor Leste, Tonga, Turki, Vatikan, dan Zimbabwe.

Dikutip dari sumber :

MENLH.GO.ID
EFEK RUMAH KACA
PROTOKOL KYOTO
STATUS RATIFIKASI PROTOKOL KYOTO per Oktober 2007

Pencegahan global warming

Baca webnya time tanggal 24 november tertarik baca masalah global warming. Walo sebelumnya juga dah pernah baca namun ga’ sempat nulis, baru deh kali ini kusemperin buat nulis soalnya kemarin ada temen bilang kalo habis ngikutin seminar tentang global warming di mana gt!yang jelas masih dimalang lah. Dan aku mulai berpikir kalo kampanye buat mencegah lebih parahnya Global warming sudah nyampe’ sini. Kalo sebelumnya baca-baca ato lihat TV yang ngebahas Global warming cuek aja, toh dah menjadi garapan unsur masyarakat tertentu, tapi kalo dipikir-pikir betapa cueknya aku terhadap kelangsungan hidu diriku sendiri. Cos dampak Global warming juga ke kita. Bayangin es semuanya mencair…. wah bakalan tinggal dimana kita cos katanya bakalan meninggikan permukaan laut dan bakalan menenggelamkan daratan-daratan yang ada didunia ini. Walau ada beberapa pendapat yang kontra terhadap isu Global warming yang mengatakan bahwa Ya emang dah jadi siklus dunia jadi yo ga’ perlu dilebih-lebihkan, Ntar juga ketemu apa solusinya. Kalo ga’ salah se gitu, tapi kalo salah ya mohon koreksinya. Tenkyu!

Di Time dituliskan dengan judul seperti ini “The Global Warming Survival Guide”. Dari judul tersebut dinyatakan ada 51 cara yang dapat kita lakukan untuk mencegah adanya Global Warming. Sory sebelumnya kalo aku ga’ nulis semuanya, ntar disangka jiplak dan plagiat dunk!tapi yang jelas ini merupakan salah satu usaha untuk mencegah percepatan Global warming, menurutku se…

1. Menjadikan Bahan Makanan sebagai Bahan Bakar. Dengan bahsa gampangnya konversi bahan bakar dengan biofuel. Seperti yang pernah saya baca di majalah apa gitu saat ini jagung dapat digunakan untuk menghasilkan biofuel (setiap bahan bakar baik padatan, cairan ataupun gas yang dihasilkan dari bahan-bahan organic, src : wikipedia). Hal ini dikembangkan dinegara yang jauh disana, apalagi ada pendapat terbaru yang menyatakan bahwa sekam dari jagung jauh lebih baik untuk menghasilkan biofuel. Biofuel ini di Indonseia mulai dikembangkan dari Ubi.

2. Get Blueprints For a Green House. Jadi ada aturan buat green house yang bener itu gimana sehingga fungsi-fungsi lingkungan bisa tetap terjaga. Mungkin seperti itu.

3. Change Your Lightbulbs hal ini menyebabkan perpendaran cahaya yang memungkinkan pemborosan terhadap energi listrik yang digunakan. Aku ga’ begitu ngerti sama poin ini.

4. Gunakan Lampu yang lebih ramah lingkungan untuk penerangan jalan, tempat-tempat umum, bahkan sampai ke rumah-rumah, misalnya menggunakan lampu LED.

Ga’ nyangka kalo lampu LED bisa membantu mencegah Global warming, padahal katanya ibuku kalo belajar itu bagusan pake’ lampu yang balon itu, yang nyalanya warna kuning. Cos kalo lampu yang warna putih itu getarannya ato apanya ya… lebih cepet, jadinya kedip2 gt yang bikin ga’ bagus buat mata! Ini sih Cuma pengalaman pribadi yang ga’ tahu dasarnya apakah salah atau bener, dan penjelasan ilmiahnya juga males nyari.

5. Memberlakukan pajak untuk pengeluaran Karbon.
Skenario yang dapat dilakukan diantaranya adalah membatasi emisi gas karbon yang dikeluarkan oleh setiap industri. Jika sebuah Industri mengeluarkan gas karbon kurang dari standar yang ditetapkan maka industri tersebut dapat menjual sisa karbon yang menjadi haknya. Sedangkan jika Industri yang mengeluarkan gas karbon melebihi batas yang ditentukan maka industri tersebut harus membayar ke pasar berapa kelebihan gas karbon yang dikeluarkan ke pasar. Hal ini akan memicu persaingan untuk menekan emisi karbon ke udara.
6. Hilangkan Rumah Besar.
Dapat diusahakan untuk membangun rumah dengan ukuran yang lebih kecil. Karena rumah yang besar akan memerlukan asupan energi yang lebih banyak untuk mendinginkan atau menghangatkan ruangan.

src : http://www.time.com/time/specials/2007/environment/article/

Saturday, August 16, 2008

Cegah Pemanasan Global Sekarang Juga!

Pemanasan global yang semakin berbahaya harus segera kita cegah, berikut beberapa cara mencegah pemanasan global:
Jangan Pikir Langkahmu tak Berpengaruh!
JANGAN berpikir langkah kecil anda tak berpengaruh apa-apa. Sebab, persoalan besar seperti global warming, sebenarnya adalah dampak akumulatif dari perilaku individu yang kecil-kecil. Coba perhatikan poin-poin berikut yang dapat kita lakukan demi misi meminimalkan akumulasi gas rumah kaca yang jadi penyebabnya. Let's become part of the movement to prevent global warming. Cause if we're just wait and see, and do nothing, maybe we'll wake up one day, but it will be too late!
Bawa tas kain sendiri
Tahu, kan, kalau sampah plastik amat sulit terurai di alam? Kalau dibakar, plastik malah akan melepas zat racun. Mungkin kita masih sulit say no pada produk berbungkus plastik. Akan tetapi, minimal kita bisa menolak kantong plastik saat belanja di mana pun dan kapan pun. Caranya? Selalu bawa tas kain khusus jadi keresek dalam tas kita! Bentuk kampanye pengurangan tas plastik juga digaungkan oleh desainer asal Inggris, Anya Hindmarch. Ia bekerja sama dengan organisasi We Are What We Do mendesain tas kanvas ber-tagline "I'm Not a Plastic Bag", yang sekarang booming banget dan banyak dipakai selebriti!
"Transportasi hijau"
Kalau jarak tidak terlalu jauh, lebih baik jalan kaki atau naik sepeda saja! Atau gunakan kendaraan umum. Satu mobil diisi satu orang sebenarnya bentuk pemborosan energi, maka kalau menggunakan mobil pribadi pun, coba maksimalkan kapasitas penumpang mobil mu. Selain mengurangi kemacetan, ini juga bisa meminimalkan penggunaan kendaraan, yang berarti mengurangi emisi karbondioksida. Kalau pakai kendaraan pribadi, rawatlah sistem knalpot pembakaran mobil agar tetap dalam kondisi prima. Kalau mau keluar uang lebih, sekalian saja pakai mobil hybrid.
Pilih produk ramah lingkungan
Ternyata buang sampah pada tempatnya saja belum cukup karena sampah sebenarnya bisa didaur ulang. Mendaur ulang tumpukan koran setinggi 1,2 meter sudah dapat menyelamatkan satu pohon besar lho! Tapi, oke, mungkin anda masih sulit melakukan itu. Makanya, pilih produk-produk ramah lingkungan, perhatikan logo yang dicantumkan! Kertas daur ulang, misalnya, menggunakan energi 60% lebih rendah daripada kertas yang diolah dari pohon. Kalau para konsumen "menuntut" produk seperti itu terus-menerus ada di pasaran, lama-lama perusahaan bisa menurutinya.
Tanam pohon
Anda suka pohon apa? Tanam saja di pekarangan rumah, atau bagus juga kalau dijadikan pagar (contoh, bambu). Tahu tidak, kalau Indonesia menyumbang sepertiga pemicu terjadinya global warming, atau 7% dengan total kontribusi sekitar 2,5 miliar ton CO, karena laju penggundulan hutan Indonesia mencapai satu juta hektare per tahun? Pengembalian hutan agar karbon di udara bisa ditarik kembali, bisa dimulai dari rumah kita. Jangan lupa, hemat juga pemakaian tisu dan kertas. Memakai dua sisi kertas, misalnya, salah satu upaya menyelamatkan pohon.
"Switch off"
Matikan lampu (dan ganti lampu bohlam ke jenis lampu CFL karena hemat energi sampai 60%) pas keluar kamar, cabut segala perangkat elektronik seperti DVD player, komputer, sampai charger, dsb., kalau sudah selesai digunakan. Kebiasaan meninggalkan dalam keadaan stand-by harus dihilangkan.Kurangi ACKota besar makin lama makin panas, boleh jadi karena orang merasa problem sudah selesai dengan pasang AC. Padahal, dengan desain tertentu, seperti meninggikan langit-langit rumah, bisa membuat sirkulasi udara berjalan lebih baik. Untuk mengurangi pemakaian AC, gunakan kipas angin, atau buka jendela untuk aliran udara. Selain itu, angin dan panas matahari lebih baik ketimbang memakai mesin pengering pakaian yang banyak mengeluarkan emisi karbon, maka jemurlah pakaian di luar!
Galang kepedulian
Jangan ragu ikut serta dalam kampanye mengantisipasi pemanasan global. Misalnya, dengan menulis atau berbicara dalam forum dan media. Bikin acara semacam aksi tanam pohon bareng teman-teman kampus, sampai masuk dalam organisasi peduli lingkungan semacam Greenpeace, WWF, Walhi, dsb.
***(dikutip dari rubrik kampus, pikiran rakyat edisi tgl 6 sept' 07 dengan perubahan)

Saturday, August 9, 2008

Larangan Tas Plastik

Tas plastik menimbulkan masalah lingkungan di banyak negara. Menteri lingkungan Australia Peter Garrett, mengatakan pemerintahnya berniat melarang toko-toko menyediakan tas plastik gratis, pada akhir tahun ini. Pemerintah partai Buruh yang baru terpilih sedang melakukan konsultasi mengenai kemungkinan memberlakukan pajak terhadap atas tas plastik atau melarangnya sama sekali. Garrett mengatakan, dia akan bertemu dengan para pemimpin tingkat negara bagian untuk membahas rencana ini bulan April, dengan harapan menerapkan ketentuan baru paling lambat akhir tahun 2008. “Ada sekitar empat miliar tas plastik terapung-apung, memenuhi tempat penampungan sampah, dan akhirnya mempengaruhi hidupan liar kita, dan muncul di pantai kita, selagi kita berlibur,” katanya. Sebelumnya pekan ini, Cina mengumumkan larangan terhadap penyediaan tas plastik gratis yang akan mulai berlaku bulan Juni. Hari Rabu, pemerintah kota New York, Amerika Serikat meloloskan RUU yang mengharuskan toko besar menyediakan kotak daur ulang untuk tas plastik. Beberapa kota lain di Amerika, termasuk San Francisco, telah melarang tas plastik dari toserba. Sementara itu, di Irlandia, menurut UU yang diloloskan pada tahun 2002, pembelanja dikutip untuk setiap tas plastik yang mereka gunakan.
credits BBCIndonesia.com
Cina Larang Tas Plastik Gratis
Pemerintah Cina mengatakan mereka melarang toko-toko memberikan tas plastik secara cuma-cuma. Larangan tersebut akan mulai berlaku Juni tahun ini. Cina juga memerintahkan penghentian produksi tas plastik tipis, yang banyak diekspor ke berbagai negara. Pembuatan tas plastik ultra-tipis juga dilrang, kata pernyataan yang dikeluarkan Dewan Negara (kabinet Cina). Sebagai gantinya, warga akan didorong agar menggunakan keranjang atau tas kain yang bisa dipakai berulang kali untuk barang belanjaan mereka, tambah Dewan tadi. Kebijakan baru ini diumumkan menyusul kekhawatiran atas pencemaran dan penurunan kualitas lingkungan di Cina.
Bisa didendaSetiap hari warga di Cina menggunakan lebih dari 2 miliar tas plastik.Untuk memproduksi tas plastik sebanyak itu diperlukan hampir 40 juta barel minyak. Prakarsa ini membuat Cina mengikuti jejak Perancis, Irlandia, dan Afrika Selatan, yang mencoba mengatasi berbagai masalah yang disebabkan oleh sampah dari tas plastik, seperti saluran air yang tersumbat dan kematian satwa-satwa liar. Toko yang melanggar ketentuan baru ini bisa didenda atau barang dagangan mereka disita, kata pernyataan Dewan Negara. Dewan Negara juga menyerukan upaya daur ulang yang lebih dari para pengumpul limbah, dan menganjurkan otorita keuangan agar mempertimbangkan pajak yang lebih tinggi atas produksi dan penjulan tas plastik. Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan pesat Cina memicu kekhawatiran soal polusi dan penggunaan sumber dayanya. Namun, para wartawan mengatakan, semakin kuat kesadaran bahwa lebih banyak hal yang perlu dilakukan untuk melindungi lingkungan.

Hati-Hati dengan Bahaya Plastik! Pelajari Sebelum Terlambat.


Sudah banyak orang yang memberi peringatan, rumor, gosip bahkan artikel majalah tentang bahaya plastik. Tetapi tetap saja hanya segelintir orang yang menggubris, peduli atau sampai meneliti lebih lanjut.
Plastik adalah salah satu bahan yang dapat kita temui di hampir setiap barang. Mulai dari botol minum, TV, kulkas, pipa pralon, plastik laminating, gigi palsu, compact disk (CD), kutex (pembersih kuku), mobil, mesin, alat-alat militer hingga pestisida. Oleh karena itu kita bisa hampir dipastikan pernah menggunakan dan memiliki barang-barang yang mengandung Bisphenol-A. Salah satu barang yang memakai plastik dan mengandung Bisphenol A adalah industri makanan dan minuman sebagai tempat penyimpan makanan, plastik penutup makanan, botol air mineral, dan botol bayi walaupun sekarang sudah ada botol bayi dan penyimpan makanan yang tidak mengandung Bisphenol A sehingga aman untuk dipakai makan. Satu tes membuktikan 95% orang pernah memakai barang mengandung Bisphenol-A.
Plastik dipakai karena ringan, tidak mudah pecah, dan murah. Akan tetapi plastik juga beresiko terhadap lingkungan dan kesehatan keluarga kita. Oleh karena itu kita harus mengerti plastik-plastik yang aman untuk kita pakai.
Apakah arti dari simbol-simbol yang kita temui pada berbagai produk plastik?
#1. PETE atau PET (polyethylene terephthalate) biasa dipakai untuk botol plastik yang jernih/transparan/tembus pandang seperti botol air mineral, botol jus, dan hampir semua botol minuman lainnya. Boto-botol dengan bahan #1 dan #2 direkomendasikan hanya untuk sekali pakai. Jangan pakai untuk air hangat apalagi panas. Buang botol yang sudah lama atau terlihat baret-baret.
#2. HDPE (high density polyethylene) biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu. Sama seperti #1 PET, #2 juga direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian.
#3. V atau PVC (polyvinyl chloride) adalah plastik yang paling sulit di daur ulang. Plastik ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap), dan botol-botol. Kandungan dari PVC yaitu DEHA yang terdapat pada plastik pembungkus dapat bocor dan masuk ke makanan berminyak bila dipanaskan. PVC berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan.
#4. LDPE (low density polyethylene) biasa dipakai untuk tempat makanan dan botol-botol yang lembek. Barang-barang dengan kode #4 dapat di daur ulang dan baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat. Barang dengan #4 bisa dibilang tidak dapat di hancurkan tetapi tetap baik untuk tempat makanan.
#5. PP (polypropylene) adalah pilihan terbaik untuk bahan plastik terutama untuk yang berhubungan dengan makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi. Karakteristik adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Cari simbol ini bila membeli barang berbahan plastik.
#6. PS (polystyrene) biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dll. Bahan Polystyrene bisa membocorkan bahan styrine ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Bahan Styrine berbahaya untuk otak dan sistem syaraf. Selain tempat makanan, styrine juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung. Bahan ini harus dihindari dan banyak negara bagian di Amerika sudah melarang pemakaian tempat makanan berbahan styrofoam termasuk negara China.
#7. Other (biasanya polycarbonate) bisa didapatkan di tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga. Polycarbonate bisa mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon. Hindari bahan plastik Polycarbonate.
Masih banyak sekali barang plastik yang tidak mencantumkan simbol-simbol ini, terutama barang plastik buatan lokal di Indonesia. Oleh karena itu, kalau anda ragu lebih baik tidak membeli. Kalaupun barang bersimbol lebih mahal, harga tersebut lebih berharga dibandingkan kesehatan keluarga kita.
Pada akhirnya. Hindari penggunaan plastik apapun di Microwave. Gunakan bahan keramik, gelas atau pyrex sebagai gantinya.
Hindari juga membuang sampah plastik terutama yang mengandung Bisphenol-A sembarangan karena bahan tersebut pun bisa mencemari air tanah yang pada akhirnya pun bisa mencemari air minum banyak orang.
Semoga informasi ini bermanfaat.