.quickedit{ display:none; }

Wednesday, August 27, 2008

Lapisan Ozon Terus Berkurang tetapi Hair Spray Masih Digunakan

Coba tengok botol parfum atau hair spray yang Anda gunakan, apakah produk tersebut menggunakan propellant aerosol atau tidak? Jika ya, sebaiknya jangan Anda gunakan karena produk itu bisa merusak lapisan ozon.

Masalah menipisnya lapisan ozon di stratosfer sudah lama dibicarakan para ahli dan pemerhati lingkungan. Bahkan, berbagai kampanye lingkungan hidup yang berisi sosialisasi mengenai perlunya menjaga lapisan ozon telah pula dilakukan, tetapi masih banyak orang yang belum sadar betapa penting menjaga lapisan ozon itu agar tidak semakin parah.

Menurut Tri Widayati, dari Bidang Atmosfer Kementerian Lingkungan Hidup (LH), selain propellant berbagai senyawa kimia perusak ozon buatan manusia masih juga digunakan, seperti chloroflourcarbon (CFC), halon, metil bromida, dan lain-lain.

Selama bertahun-tahun, senyawa-senyawa kimia tersebut secara luas dipakai untuk berbagai keperluan, seperti sebagai media pendingin di lemari es, alat-alat pendingin ruangan (air conditioner/AC), sebagai blowing agent dalam proses pembuatan foam (busa), sebagai cairan pembersih (solvent), bahan aktif untuk pemadam kebakaran, bahan aktif untuk fumigasi di pergudangan, pra-pengapalan, dan karantina produk-produk pertanian dan kehutanan.

Senyawa-senyawa kimia tersebut dapat menyebabkan lapisan ozon tidak lagi mampu melindungi bumi terhadap radiasi ultra violet (UV) dari matahari. Setiap 10 persen penipisan lapisan ozon akan menyebabkan kenaikan radiasi UV sebesar 20 persen.

Kerusakan mata, meluasnya penyakit infeksi, dan peningkatan kasus kanker kulit adalah sebagian dari dampak yang akan timbul, jika lapisan ozon semakin menipis. Jika dibiarkan, radiasi UV tersebut juga akan menyebabkan vaksinasi terhadap sejumlah penyakit menjadi kurang efektif, dan akan memicu reaksi foto kimia yang menghasilkan asap beracun dan hujan asam.

Karena itu, kerusakan lapisan ozon tidak hanya membahayakan jiwa manusia, tetapi juga hewan, tanaman, dan bangunan.

Radiasi UV juga menurunkan kemampuan sejumlah organisme dalam menyerap CO2. CO2 sebagai salah satu gas rumah kaca, sehingga menyebabkan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer akan meningkat dan terjadilah pemanasan global.

Untuk mengantisipasi kian parahnya lapisan ozon, dunia internasional pun sepakat mengurangi konsumsi bahan perusak lapisan ozon (BPO) termasuk CFC secara bertahap. Kesepakatan internasional yang diadakan di Wina, Austria pada 22 Maret 1985 dan pertemuan di Montreal, Kanada pada 16 September 1987 itu kemudian menghasilkan Konvensi Wina dan Protokol Montreal.

Menurut Deputi Bidang Pelestarian Lingkungan Kementerian LH, Dra Liana Bratasida, MS, pemerintah Indonesia melalui Keputusan Presiden No 23/1992 meratifikasi kedua perjanjian internasional tersebut.

“Dengan demikian, Indonesia berkewajiban ikut melaksanakan ketentuan dalam protokol tersebut. Yaitu mengembangkan program perlindungan lapisan ozon di tingkat nasional serta melaksanakan upaya penghapusan BPO secara bertahap sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Dalam pelaksanaan Konvensi Wina dan Protokol Montreal, Indonesia memperoleh bantuan dana dan teknis dari Multilateral Fund (MLF). Liana menjelaskan bantuan MLF itu sebagian besar disalurkan ke berbagai perusahaan yang dalam proses produksinya masih menggunakan bahan-bahan perusak ozon untuk digantikan dengan bahan-bahan penggantinya yang tidak merusak ozon.

“Total jumlah industri yang sudah kami bantu sejak 1994-2002 adalah 210 perusahaan. Terbagi dalam industri foam, refrigerant, halon, aerosol, solvent, dan industri tembakau. Industri tersebut tersebar di beberapa wilayah Indonesia,” kata dia.

Menurut Liana, pemerintah sendiri kini berupaya menggalakkan program insentif untuk mendukung industri yang bersedia menggunakan bahan-bahan pengganti yang tidak merusak ozon. Salah satunya dengan tidak memungut bayaran kepada setiap perusahaan yang bersedia menggunakan teknologi baru yang aman bagi ozon.

“Kami juga menyediakan tenaga ahli yang membantu mengoperasikan alat-alat tadi sampai mereka bisa mengoperasikan alat itu sendiri, semua kami berikan secara gratis,” ujar Liana.

Dijelaskan, ditargetkan pada 2007 seluruh industri di Indonesia sudah mengganti teknologinya dengan teknologi yang aman bagi ozon. “Dengan total hibah mencapai US$ 16 juta ,” ujarnya.

Pemerintah akan menyaring perusahaan-perusahaan yang akan mendapatkan program intensif tersebut. Penyaringan itu dilakukan oleh tim berdasarkan beberapa kriteria.

“Anggota tim yang menyaring tersebut tidak hanya dari Kantor Menteri LH tetapi juga dari World Bank, UNDP, dan UNIDO sebagai pemberi dana,” katanya.

Sedangkan untuk pelaksanaan Konvensi Perubahan Iklim negara-negara berkembang memperoleh bantuan dari Global Environment Facilities (GEF). Indonesia belum banyak memanfaatkan bantuan tersebut tetapi baru menyusun komunikasi nasional yang pertama. “Komunikasi Nasional tersebut terutama berisi tentang laporan hasil inventarisasi gas-gas rumah kaca di Indonesia,” jelas Liana.

Sementara untuk mengatasi permasalahan deposisi asam sejak tahun 1998 pemerintah Indonesia beserta negara-negara Asia yang lain bergabung dalam suatu jaringan yang disebut EANET (East Asia Network for Acid Deposition).

Fungsi EANET antara lain membantu secara teknis kepada anggota, termasuk pelaksanaan training dan berbagai pertemuan, melakukan kegiatan quality assurance dan quality control terhadap hasil pemantauan, dan mengumpulkan data hasil monitoring, dan lain-lain.

Dikatakan Liana, selain memberi insentif kepada perusahaan, kantor LH juga berupaya menyosialisasikan isu pentingnya perlindungan lapisan ozon, perubahan iklim, dan deposisi asam kepada seluruh lapisan masyarakat, terutama di daerah.

“Hal itu sejalan dengan penerapan otonomi daerah. Dengan demikian pada saatnya nanti pemerintah daerah dan masyarakat di sanalah yang akan memperoleh manfaat dari pelaksanaan ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Konvensi Wina dan Konvensi Perubahan Iklim,” jelasnya. Dia juga berharap pemerintah dan masyarakat di daerah dapat menangkap berbagai peluang yang timbul dari kedua konvensi dan protokol tersebut. Yaitu mengadakan proyek-proyek investasi yang disalurkan ke berbagai perusahaan untuk menggantikan teknologi dan konsumsi bahan-bahan perusak ozon
Sumber: Suara Pembaruan, 26 Pebruari 2003

Tips mengurangi dampak pemanasan global

Ada beberapa tips nih untuk mengurangi dampak pemanasan global

1. Matikan alat elektronik yg tidak terpakai. Alat listrik dalam posisi stand-by ternyata masih menggunakan listrik. Dengan mengurangi penggunaan energi, kita bisa mengurangi penggunaan energi, bisa mengurangi pembuangan karbon dioksida ke udara.
2. Jangan biarkan air mengucur terus saat kita gosok gigi atau cuci tangan. Kita wajib menghemat air, karena global warming berpotensi besar menyebabkan kekeringan.
3. Pakai baju yang berbahan katun supaya ngga kepanasan.
4. Bawa botol minuman sendiri supaya ngga perlu beli air minum dalam kemasan dan menambah sampah kemasan air mineral.
5. Pakai saputangan sbg ganti tisu.
6. Tanam tumbuh-tumbuhan di halaman rumah kita. tumbuhan bisa mengurangi pemanasan global.
7. Gunakan pupuk alami untuk tanaman kita.
8. Jangan men-charge baterai handphone semalaman. Segera cabut kalau sudah penuh.
9. Lebih baik pakai kipas angin daripada AC
10. Daripada teh celup, lebih baik minum teh tubruk . sampah yg dihasilkan oleh teh tubruk adalah sampah organic yg mudah terurai.
11. Ganatau bathtub, kita bisa menghemat air jauh lebih banyak dg menggunakan shower.
14. Jangan biarkan air menetes dari keran. Setelah pakai, tutup keran rapat-rapat.
15. Kurangi penggunaan hair spray dan hair dryer.
16. Biasakan berjalan kaki atau naik sepeda untuk bepergian yg jaraknya dekat.

Sunday, August 17, 2008

Pemanasan Global (GLOBAL WARMING)

Perubahan Iklim Global atau dalam bahasa inggrisnya GLOBAL CLIMATE CHANGE menjadi pembicaraan hangat di dunia dan hari ini Konferensi Internasional yang membahas tentang hal tersebut sedang diselenggarakan di Nusa Dua Bali mulai tanggal 3 hingga 14 Desember 2007, diikuti oleh delegasi dari lebih dari 100 negara peserta. Salah satu penyebab perubahan iklim adalah Pemanasan Global (Global Warming).

Pemanasan Global adalah kejadian meningkatnya temperatur rata-rata atmosfer, laut dan daratan Bumi. Pemanasan Global disebabkan diantaranya oleh “Greenhouse Effect” atau yang kita kenal dengan EFEK RUMAH KACA. Efek rumah kaca disebabkan karena naiknya konsentrasi gas karbondioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minyak (BBM), batu bara dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk mengabsorbsinya.

Istilah efek rumah kaca, diambil dari cara tanam yang digunakan para petani di daerah iklim sedang (negara yang memiliki empat musim). Para petani biasa menanam sayuran atau bunga di dalam rumah kaca untuk menjaga suhu ruangan tetap hangat. Kenapa menggunakan kaca/bahan yang bening? Karena sifat materinya yang dapat tertembus sinar matahari. Dari sinar yang masuk tersebut, akan dipantulkan kembali oleh benda/permukaan dalam rumah kaca, ketika dipantulkan sinar itu berubah menjadi energi panas yang berupa sinar inframerah, selanjutnya energi panas tersebut terperangkap dalam rumah kaca. Demikian pula halnya salah satu fungsi atmosfer bumi kita seperti rumah kaca tersebut. Sebagai Illustrasi sederhana tentang terjadinya pemanasan Global silahkan KLIK DISINI

Untuk mencegah dan mengurangi emisi gas karbondioksida dan efek rumah kaca mendorong lahirnya PROTOKOL KYOTO. Dinegosiasikan di Kyoto Jepang pada Desember 1997, dibuka untuk penandatanganan 16 Maret 1998 dan ditutup pada 15 Maret 1999. Persetujuan ini mulai berlaku pada tanggal 16 Pebruari 2005, setelah ratifikasi resmi yang dilakukan Rusia pada 18 November 2004.

Hingga 23 Oktober 2007 sudah 179 negara yang meratifikasi PROTOKOL KYOTO tersebut, daftar negara dapat anda lihat DISINI. Ada empat negara yang telah menandatangani namun belum meratifikasi protokol Kyoto tersebut yaitu, Australia (tidak berminat meratifikasi), Monako, Amerika Serikat yang merupakan pengeluar terbesar gas rumah kaca juga tidak berminat untuk meratifikasinya, sisanya Kazakstan. Tetapi setelah baru-baru ini Australia meratifikasinya menjelang konferensi perubahan iklim di Bali, maka tinggal Amerika Serikat sendiri sebagai negara industri besar yang belum meratifikasinya. Negara lain yang belum memberikan reaksi adalah Afghanistan, Andorra, Brunei, Rep. Afrika Tengah, Chad, Komoro Island, Irak, Taiwan, Republik Demokratik Arab Sahrawi, San Marino, Somalia, Tajikistan, Timor Leste, Tonga, Turki, Vatikan, dan Zimbabwe.

Dikutip dari sumber :

MENLH.GO.ID
EFEK RUMAH KACA
PROTOKOL KYOTO
STATUS RATIFIKASI PROTOKOL KYOTO per Oktober 2007

Pencegahan global warming

Baca webnya time tanggal 24 november tertarik baca masalah global warming. Walo sebelumnya juga dah pernah baca namun ga’ sempat nulis, baru deh kali ini kusemperin buat nulis soalnya kemarin ada temen bilang kalo habis ngikutin seminar tentang global warming di mana gt!yang jelas masih dimalang lah. Dan aku mulai berpikir kalo kampanye buat mencegah lebih parahnya Global warming sudah nyampe’ sini. Kalo sebelumnya baca-baca ato lihat TV yang ngebahas Global warming cuek aja, toh dah menjadi garapan unsur masyarakat tertentu, tapi kalo dipikir-pikir betapa cueknya aku terhadap kelangsungan hidu diriku sendiri. Cos dampak Global warming juga ke kita. Bayangin es semuanya mencair…. wah bakalan tinggal dimana kita cos katanya bakalan meninggikan permukaan laut dan bakalan menenggelamkan daratan-daratan yang ada didunia ini. Walau ada beberapa pendapat yang kontra terhadap isu Global warming yang mengatakan bahwa Ya emang dah jadi siklus dunia jadi yo ga’ perlu dilebih-lebihkan, Ntar juga ketemu apa solusinya. Kalo ga’ salah se gitu, tapi kalo salah ya mohon koreksinya. Tenkyu!

Di Time dituliskan dengan judul seperti ini “The Global Warming Survival Guide”. Dari judul tersebut dinyatakan ada 51 cara yang dapat kita lakukan untuk mencegah adanya Global Warming. Sory sebelumnya kalo aku ga’ nulis semuanya, ntar disangka jiplak dan plagiat dunk!tapi yang jelas ini merupakan salah satu usaha untuk mencegah percepatan Global warming, menurutku se…

1. Menjadikan Bahan Makanan sebagai Bahan Bakar. Dengan bahsa gampangnya konversi bahan bakar dengan biofuel. Seperti yang pernah saya baca di majalah apa gitu saat ini jagung dapat digunakan untuk menghasilkan biofuel (setiap bahan bakar baik padatan, cairan ataupun gas yang dihasilkan dari bahan-bahan organic, src : wikipedia). Hal ini dikembangkan dinegara yang jauh disana, apalagi ada pendapat terbaru yang menyatakan bahwa sekam dari jagung jauh lebih baik untuk menghasilkan biofuel. Biofuel ini di Indonseia mulai dikembangkan dari Ubi.

2. Get Blueprints For a Green House. Jadi ada aturan buat green house yang bener itu gimana sehingga fungsi-fungsi lingkungan bisa tetap terjaga. Mungkin seperti itu.

3. Change Your Lightbulbs hal ini menyebabkan perpendaran cahaya yang memungkinkan pemborosan terhadap energi listrik yang digunakan. Aku ga’ begitu ngerti sama poin ini.

4. Gunakan Lampu yang lebih ramah lingkungan untuk penerangan jalan, tempat-tempat umum, bahkan sampai ke rumah-rumah, misalnya menggunakan lampu LED.

Ga’ nyangka kalo lampu LED bisa membantu mencegah Global warming, padahal katanya ibuku kalo belajar itu bagusan pake’ lampu yang balon itu, yang nyalanya warna kuning. Cos kalo lampu yang warna putih itu getarannya ato apanya ya… lebih cepet, jadinya kedip2 gt yang bikin ga’ bagus buat mata! Ini sih Cuma pengalaman pribadi yang ga’ tahu dasarnya apakah salah atau bener, dan penjelasan ilmiahnya juga males nyari.

5. Memberlakukan pajak untuk pengeluaran Karbon.
Skenario yang dapat dilakukan diantaranya adalah membatasi emisi gas karbon yang dikeluarkan oleh setiap industri. Jika sebuah Industri mengeluarkan gas karbon kurang dari standar yang ditetapkan maka industri tersebut dapat menjual sisa karbon yang menjadi haknya. Sedangkan jika Industri yang mengeluarkan gas karbon melebihi batas yang ditentukan maka industri tersebut harus membayar ke pasar berapa kelebihan gas karbon yang dikeluarkan ke pasar. Hal ini akan memicu persaingan untuk menekan emisi karbon ke udara.
6. Hilangkan Rumah Besar.
Dapat diusahakan untuk membangun rumah dengan ukuran yang lebih kecil. Karena rumah yang besar akan memerlukan asupan energi yang lebih banyak untuk mendinginkan atau menghangatkan ruangan.

src : http://www.time.com/time/specials/2007/environment/article/

Saturday, August 16, 2008

Cegah Pemanasan Global Sekarang Juga!

Pemanasan global yang semakin berbahaya harus segera kita cegah, berikut beberapa cara mencegah pemanasan global:
Jangan Pikir Langkahmu tak Berpengaruh!
JANGAN berpikir langkah kecil anda tak berpengaruh apa-apa. Sebab, persoalan besar seperti global warming, sebenarnya adalah dampak akumulatif dari perilaku individu yang kecil-kecil. Coba perhatikan poin-poin berikut yang dapat kita lakukan demi misi meminimalkan akumulasi gas rumah kaca yang jadi penyebabnya. Let's become part of the movement to prevent global warming. Cause if we're just wait and see, and do nothing, maybe we'll wake up one day, but it will be too late!
Bawa tas kain sendiri
Tahu, kan, kalau sampah plastik amat sulit terurai di alam? Kalau dibakar, plastik malah akan melepas zat racun. Mungkin kita masih sulit say no pada produk berbungkus plastik. Akan tetapi, minimal kita bisa menolak kantong plastik saat belanja di mana pun dan kapan pun. Caranya? Selalu bawa tas kain khusus jadi keresek dalam tas kita! Bentuk kampanye pengurangan tas plastik juga digaungkan oleh desainer asal Inggris, Anya Hindmarch. Ia bekerja sama dengan organisasi We Are What We Do mendesain tas kanvas ber-tagline "I'm Not a Plastic Bag", yang sekarang booming banget dan banyak dipakai selebriti!
"Transportasi hijau"
Kalau jarak tidak terlalu jauh, lebih baik jalan kaki atau naik sepeda saja! Atau gunakan kendaraan umum. Satu mobil diisi satu orang sebenarnya bentuk pemborosan energi, maka kalau menggunakan mobil pribadi pun, coba maksimalkan kapasitas penumpang mobil mu. Selain mengurangi kemacetan, ini juga bisa meminimalkan penggunaan kendaraan, yang berarti mengurangi emisi karbondioksida. Kalau pakai kendaraan pribadi, rawatlah sistem knalpot pembakaran mobil agar tetap dalam kondisi prima. Kalau mau keluar uang lebih, sekalian saja pakai mobil hybrid.
Pilih produk ramah lingkungan
Ternyata buang sampah pada tempatnya saja belum cukup karena sampah sebenarnya bisa didaur ulang. Mendaur ulang tumpukan koran setinggi 1,2 meter sudah dapat menyelamatkan satu pohon besar lho! Tapi, oke, mungkin anda masih sulit melakukan itu. Makanya, pilih produk-produk ramah lingkungan, perhatikan logo yang dicantumkan! Kertas daur ulang, misalnya, menggunakan energi 60% lebih rendah daripada kertas yang diolah dari pohon. Kalau para konsumen "menuntut" produk seperti itu terus-menerus ada di pasaran, lama-lama perusahaan bisa menurutinya.
Tanam pohon
Anda suka pohon apa? Tanam saja di pekarangan rumah, atau bagus juga kalau dijadikan pagar (contoh, bambu). Tahu tidak, kalau Indonesia menyumbang sepertiga pemicu terjadinya global warming, atau 7% dengan total kontribusi sekitar 2,5 miliar ton CO, karena laju penggundulan hutan Indonesia mencapai satu juta hektare per tahun? Pengembalian hutan agar karbon di udara bisa ditarik kembali, bisa dimulai dari rumah kita. Jangan lupa, hemat juga pemakaian tisu dan kertas. Memakai dua sisi kertas, misalnya, salah satu upaya menyelamatkan pohon.
"Switch off"
Matikan lampu (dan ganti lampu bohlam ke jenis lampu CFL karena hemat energi sampai 60%) pas keluar kamar, cabut segala perangkat elektronik seperti DVD player, komputer, sampai charger, dsb., kalau sudah selesai digunakan. Kebiasaan meninggalkan dalam keadaan stand-by harus dihilangkan.Kurangi ACKota besar makin lama makin panas, boleh jadi karena orang merasa problem sudah selesai dengan pasang AC. Padahal, dengan desain tertentu, seperti meninggikan langit-langit rumah, bisa membuat sirkulasi udara berjalan lebih baik. Untuk mengurangi pemakaian AC, gunakan kipas angin, atau buka jendela untuk aliran udara. Selain itu, angin dan panas matahari lebih baik ketimbang memakai mesin pengering pakaian yang banyak mengeluarkan emisi karbon, maka jemurlah pakaian di luar!
Galang kepedulian
Jangan ragu ikut serta dalam kampanye mengantisipasi pemanasan global. Misalnya, dengan menulis atau berbicara dalam forum dan media. Bikin acara semacam aksi tanam pohon bareng teman-teman kampus, sampai masuk dalam organisasi peduli lingkungan semacam Greenpeace, WWF, Walhi, dsb.
***(dikutip dari rubrik kampus, pikiran rakyat edisi tgl 6 sept' 07 dengan perubahan)

Saturday, August 9, 2008

Larangan Tas Plastik

Tas plastik menimbulkan masalah lingkungan di banyak negara. Menteri lingkungan Australia Peter Garrett, mengatakan pemerintahnya berniat melarang toko-toko menyediakan tas plastik gratis, pada akhir tahun ini. Pemerintah partai Buruh yang baru terpilih sedang melakukan konsultasi mengenai kemungkinan memberlakukan pajak terhadap atas tas plastik atau melarangnya sama sekali. Garrett mengatakan, dia akan bertemu dengan para pemimpin tingkat negara bagian untuk membahas rencana ini bulan April, dengan harapan menerapkan ketentuan baru paling lambat akhir tahun 2008. “Ada sekitar empat miliar tas plastik terapung-apung, memenuhi tempat penampungan sampah, dan akhirnya mempengaruhi hidupan liar kita, dan muncul di pantai kita, selagi kita berlibur,” katanya. Sebelumnya pekan ini, Cina mengumumkan larangan terhadap penyediaan tas plastik gratis yang akan mulai berlaku bulan Juni. Hari Rabu, pemerintah kota New York, Amerika Serikat meloloskan RUU yang mengharuskan toko besar menyediakan kotak daur ulang untuk tas plastik. Beberapa kota lain di Amerika, termasuk San Francisco, telah melarang tas plastik dari toserba. Sementara itu, di Irlandia, menurut UU yang diloloskan pada tahun 2002, pembelanja dikutip untuk setiap tas plastik yang mereka gunakan.
credits BBCIndonesia.com
Cina Larang Tas Plastik Gratis
Pemerintah Cina mengatakan mereka melarang toko-toko memberikan tas plastik secara cuma-cuma. Larangan tersebut akan mulai berlaku Juni tahun ini. Cina juga memerintahkan penghentian produksi tas plastik tipis, yang banyak diekspor ke berbagai negara. Pembuatan tas plastik ultra-tipis juga dilrang, kata pernyataan yang dikeluarkan Dewan Negara (kabinet Cina). Sebagai gantinya, warga akan didorong agar menggunakan keranjang atau tas kain yang bisa dipakai berulang kali untuk barang belanjaan mereka, tambah Dewan tadi. Kebijakan baru ini diumumkan menyusul kekhawatiran atas pencemaran dan penurunan kualitas lingkungan di Cina.
Bisa didendaSetiap hari warga di Cina menggunakan lebih dari 2 miliar tas plastik.Untuk memproduksi tas plastik sebanyak itu diperlukan hampir 40 juta barel minyak. Prakarsa ini membuat Cina mengikuti jejak Perancis, Irlandia, dan Afrika Selatan, yang mencoba mengatasi berbagai masalah yang disebabkan oleh sampah dari tas plastik, seperti saluran air yang tersumbat dan kematian satwa-satwa liar. Toko yang melanggar ketentuan baru ini bisa didenda atau barang dagangan mereka disita, kata pernyataan Dewan Negara. Dewan Negara juga menyerukan upaya daur ulang yang lebih dari para pengumpul limbah, dan menganjurkan otorita keuangan agar mempertimbangkan pajak yang lebih tinggi atas produksi dan penjulan tas plastik. Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan pesat Cina memicu kekhawatiran soal polusi dan penggunaan sumber dayanya. Namun, para wartawan mengatakan, semakin kuat kesadaran bahwa lebih banyak hal yang perlu dilakukan untuk melindungi lingkungan.

Hati-Hati dengan Bahaya Plastik! Pelajari Sebelum Terlambat.


Sudah banyak orang yang memberi peringatan, rumor, gosip bahkan artikel majalah tentang bahaya plastik. Tetapi tetap saja hanya segelintir orang yang menggubris, peduli atau sampai meneliti lebih lanjut.
Plastik adalah salah satu bahan yang dapat kita temui di hampir setiap barang. Mulai dari botol minum, TV, kulkas, pipa pralon, plastik laminating, gigi palsu, compact disk (CD), kutex (pembersih kuku), mobil, mesin, alat-alat militer hingga pestisida. Oleh karena itu kita bisa hampir dipastikan pernah menggunakan dan memiliki barang-barang yang mengandung Bisphenol-A. Salah satu barang yang memakai plastik dan mengandung Bisphenol A adalah industri makanan dan minuman sebagai tempat penyimpan makanan, plastik penutup makanan, botol air mineral, dan botol bayi walaupun sekarang sudah ada botol bayi dan penyimpan makanan yang tidak mengandung Bisphenol A sehingga aman untuk dipakai makan. Satu tes membuktikan 95% orang pernah memakai barang mengandung Bisphenol-A.
Plastik dipakai karena ringan, tidak mudah pecah, dan murah. Akan tetapi plastik juga beresiko terhadap lingkungan dan kesehatan keluarga kita. Oleh karena itu kita harus mengerti plastik-plastik yang aman untuk kita pakai.
Apakah arti dari simbol-simbol yang kita temui pada berbagai produk plastik?
#1. PETE atau PET (polyethylene terephthalate) biasa dipakai untuk botol plastik yang jernih/transparan/tembus pandang seperti botol air mineral, botol jus, dan hampir semua botol minuman lainnya. Boto-botol dengan bahan #1 dan #2 direkomendasikan hanya untuk sekali pakai. Jangan pakai untuk air hangat apalagi panas. Buang botol yang sudah lama atau terlihat baret-baret.
#2. HDPE (high density polyethylene) biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu. Sama seperti #1 PET, #2 juga direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian.
#3. V atau PVC (polyvinyl chloride) adalah plastik yang paling sulit di daur ulang. Plastik ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap), dan botol-botol. Kandungan dari PVC yaitu DEHA yang terdapat pada plastik pembungkus dapat bocor dan masuk ke makanan berminyak bila dipanaskan. PVC berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan.
#4. LDPE (low density polyethylene) biasa dipakai untuk tempat makanan dan botol-botol yang lembek. Barang-barang dengan kode #4 dapat di daur ulang dan baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat. Barang dengan #4 bisa dibilang tidak dapat di hancurkan tetapi tetap baik untuk tempat makanan.
#5. PP (polypropylene) adalah pilihan terbaik untuk bahan plastik terutama untuk yang berhubungan dengan makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi. Karakteristik adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Cari simbol ini bila membeli barang berbahan plastik.
#6. PS (polystyrene) biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dll. Bahan Polystyrene bisa membocorkan bahan styrine ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Bahan Styrine berbahaya untuk otak dan sistem syaraf. Selain tempat makanan, styrine juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung. Bahan ini harus dihindari dan banyak negara bagian di Amerika sudah melarang pemakaian tempat makanan berbahan styrofoam termasuk negara China.
#7. Other (biasanya polycarbonate) bisa didapatkan di tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga. Polycarbonate bisa mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon. Hindari bahan plastik Polycarbonate.
Masih banyak sekali barang plastik yang tidak mencantumkan simbol-simbol ini, terutama barang plastik buatan lokal di Indonesia. Oleh karena itu, kalau anda ragu lebih baik tidak membeli. Kalaupun barang bersimbol lebih mahal, harga tersebut lebih berharga dibandingkan kesehatan keluarga kita.
Pada akhirnya. Hindari penggunaan plastik apapun di Microwave. Gunakan bahan keramik, gelas atau pyrex sebagai gantinya.
Hindari juga membuang sampah plastik terutama yang mengandung Bisphenol-A sembarangan karena bahan tersebut pun bisa mencemari air tanah yang pada akhirnya pun bisa mencemari air minum banyak orang.
Semoga informasi ini bermanfaat.

Stop Merokok. Bukan Karena Asapnya, Tapi Proses Pembuatannya.


Semua barang yang kita konsumsi memerlukan energi dalam proses pembuatannya. Dari yang termudah seperti memakan strawberry yang kita petik sendiri sampai kertas yang kita pakai sehari-hari. Seperti tanaman lainnya, strawberry memerlukan waktu untuk tumbuh dan dalam perjalanannya memerlukan air, pupuk dan tenaga manusia juga. Kertas mungkin memiliki rantai yang lebih panjang, dari penanaman pohon, penebangan, lalu melalui semua proses yang ada di pabrik yang memerlukan banyak sekali energi, sampai transportasi ke tempat dimana kertas itu kita pakai, dan kita buang.
Paling tidak kalau kertas tadi dipakai untuk keperluan bisnis seperti membuat kontrak, sales order, atau laporan manajemen, kertas tersebut mendapat nilai lebih. Tetapi kalau kita bicara tentang rokok, maka nilainya mungkin lebih banyak negatifnya daripada nilai tambahnya. Bukan hanya dari sisi kesehatan, tetapi pada akhirnya rokok tersebut hanya dihisap untuk dibuang, lalu sampah puntung pun menjadi problem masyarakat karena hanya sekitar 10-15% puntung rokok yang dibuang secara benar. Yang lainnya dibuang sembarangan ke jalan-jalan yang akhirnya memenuhi sungai dan laut kita.
Kalau kita bicara soal asap rokok, memang dibandingkan kita bernafas kadar CO2 diasap rokok tergolong kecil, tetapi kalau bernafas dan merokok pada akhirnya total CO2 yang dikeluarkan lebih besar dari yang seharusnya. Asap rokok juga menjadi polusi bagi perokok pasif yang menghirupnya serta membuat sekitarnya bau juga. Tetapi memang yang membuat merokok itu merusak lingkungan bukan karena perbuatan merokok, tetapi pembuatan rokok itu sendiri yang pada akhirnya rokok tersebut akan dibuang. Kita tahu bahwa dengan membeli rokok maka kita akan membuang pembungkus rokok dan puntungnya.
Pembuatan rokok memerlukan banyak sekali proses serta industri pendukung yang bila kita perhatikan memakai banyak sekali energi.
Kertas rokok. Seperti kertas lainnya, kertas rokok juga memerlukan pohon yang diproses menjadi bubur sebelum akhirnya dicetak menjadi kertas rokok dan di printing untuk nama dan logo
Tembakau. Tembakau adalah campuran utama rokok yang dalam prosesnya memerlukan air, pupuk, bahan kimia, pestisida, hingga gudang, transportasi, serta manusia yang menjalankan semua ini.
Bumbu yang dipakai untuk blending dengan tembakau seperti cengkeh dan bahan lainnya yang perlu diproses.
Proses melinting secara manusia
Proses manufacturing yang memerlukan mesin dengan kebutuhan energi yang besar
Industri pembungkus rokok dan printing
Transportasi ke setiap daerah penjual
Gudang yang diperlukan dalam transit atau gudang distribusi
Dan lainnya yang belum tersebut hingga proses pembuangan sampahnya
Itulah, memang setiap barang tidak bisa tidak melewati banyak proses yang juga dilewati oleh rokok, tetapi bila pada akhirnya rokok tersebut hanya untuk dibakar, dihisap dan dibuang, itu benar-benar membuang hasil bumi, energi dan tenaga sia-sia yang akhirnya juga menyebabkan penyakit.
Apa kita mau terus digerogoti oleh kecanduan yang merugikan Bumi kita, lingkungan, dan pada akhirnya diri kita sendiri? Stop Merokok! Bukan untuk kesehatan saja tetapi juga lingkungan. Dan pada akhirnya kalau kita bisa Stop Merokok, kita juga akan menghemat uang juga.

Penuhi Mesin Cuci Kalau Mencuci Baju

Beberapa tahun terakhir banyak rumah tangga yang mulai beralih menggunakan mesin cuci. Mesin cuci yang tadinya merupakan barang mewah lama kelamaan sudah menjadi alat bantu yang diperlukan. Malah sekarang banyak pembantu rumah tangga yang hanya mau kerja di rumah yang memiliki mesin cuci. Memang mesin cuci membantu mengurangi beban pembantu rumah tangga atau kita sendiri dalam mencuci baju. Akan tetapi semua kemajuan teknologi juga memiliki unsur pemborosan mulai dari listrik sampai yang terpenting adalah penggunaan air. Bukannya tidak boleh memakai mesin cuci tetapi harus pintar-pintar memakainya.
Bayangkan kalau setiap mesin cuci menggunakan air antara 40-120 liter air untuk setiap penggunaannya. Kalau ada keluarga yang menggunakan mesin cuci setiap hari, maka setiap minggunya akan memerlukan sekitar 320-840 liter air setiap minggunya. Jadi rata-rata setiap keluarga akan memakai 26.000 liter air setiap tahunnya. Angka yang fantastis dimana air bekas mesin cuci tersebut kita buang ke saluran air.
Oleh karena itu kalau kita akan memakai mesin cuci tersebut, anda harus memastikan bahwa jumlah volume cucian anda memenuhi mesin cuci tersebut sesuai dengan kriteria volume maksimalnya. Kalau anda mencuci dengan volume setengah maksimal, maka anda akan banyak air yang terbuang percuma. Palingan anda hanya harus menambah 1-2 hari saja untuk memenuhi mesin cuci tersebut.
Biasakan juga untuk tidak mencuci baju anda pada dry cleaner, karena kebanyakan dry cleaner menggunakan bahan kimia yang dapat merusak lingkungan. Kalau anda memiliki baju yang disebutkan harus di Loundry, lihat dulu bahannya, kemungkinan masih bisa dicuci dengan sabun halus memakai tangan. Baju berbahan wool dan sutra pun bisa dicuci dengan tangan.
Beritahukan hal ini ke keluarga, pembantu rumah tangga dan teman-teman anda.

Hadiah Termahal Untuk Anak Cucu Anda

Berikanlah hadiah yang termahal untuk anak cucu anda, Dunia Bebas Polusi. Hadiah ini bisa anda berikan tanpa harus keluar uang sepeser pun. Hanya dari diri anda sendiri untuk kebahagiaan dan kesehatan keturunan anda.
Apa itu? Mudah, cukup terapkan prinsip 4 R berikut dalam keseharian anda. Go Green!
* Reduce (Mengurangi); sebisa mungkin lakukan minimalisasi barang atau material yang kita pergunakan. Semakin banyak kita menggunakan material, semakin banyak sampah yang dihasilkan.
* Reuse (Memakai kembali); sebisa mungkin pilihlah barang-barang yang bisa dipakai kembali. Hindari pemakaian barang-barang yang disposable (sekali pakai, buang). Hal ini dapat memperpanjang waktu pemakaian barang sebelum ia menjadi sampah.
* Recycle (Mendaur ulang); sebisa mungkin, barang-barang yg sudah tidak berguna lagi, bisa didaur ulang. Tidak semua barang bisa didaur ulang, namun saat ini sudah banyak industri non-formal dan industri rumah tangga yang memanfaatkan sampah menjadi barang lain.
* Replace ( Mengganti); teliti barang yang kita pakai sehari-hari. Gantilah barang barang yang hanya bisa dipakai sekali dengan barang yang lebih tahan lama. Juga telitilah agar kita hanya memakai barang-barang yang lebih ramah lingkungan, Misalnya, ganti kantong keresek kita dnegan keranjang bila berbelanja, dan jangan pergunakan styrofoam karena kedua bahan ini tidka bisa didegradasi secara alami.
Mudah dan Murah kan

Es Abadi Kutub Utara Terancam Hilang

Lapisan es abadi di kutub utara mungkin hilang sama sekali tahun ini sesuai prediksi para ahli. Jika kondisi tersebut benar-benar terjadi, kenaikan muka air laut akibat pencairan es besar-besaran tidak dapat dicegah seperti yang ditakutkan selama ini.
Mark Serreze, dari Pusat Data Salju dan Es Nasional (NSIDC) AS, mengatakan musim panas tahun ini diperkirakan ekstrim sehingga dapat menyebabkan lapisan es kutub benar-benar habis. Sejumlah faktor yang mepengaruhi kondisi es kutub utara setahun lalu telah menyebabkan lapisan es di Kutub Utara tahun ini sangat tipis sehingga berisiko saat memasuki musim panas.
Pada September 2007, tebal lapisan es di permukaan perairan Arktik mencapai rekor terendah. Bahkan karena hal tersebut, terusan Utara-Barat yang selama ini beku dan menghubungkan Greenland dan Alaska dapat dilalui kapal. Lapisan es di kawasan tersebut memang menebal kembali saat musim dingin, bahkan pada puncaknya Maret 2008 lebih luas dari cakupan es setahun sebelumnya.
Meski demikian, tren jangka panjang yang diukur sejak tahun 1978 menunjukkan bahwa luas es di Antartika terus menyusut. Kalaupun luasnya bertambah, yang terbentuk adalah lapisan es muda berusia setahun yang lebih mudah meleleh. Sementara itu, lapisan es abadi cenderung terus berkurang. NSIDC mengukur, luas lapisan es abadi di kutub utara rata-rata menurun 44.000 kilometer persegi setiap tahun.
"Inilah hal yang harus mendapat perhatian dunia. Yang paling merisaukan adalah fakta bahwa es berumur tahunan - yang tidak meleleh saat musim panas - tidak pulih secepat es Arktik yang biasanya meleleh," ujar Serreze. Luas lapisan es yang meleleh saat musim panas rata-rata setengah dari es baru yang terbentuk antara September hingga Maret. Namun, pada tahun 2007, hampir semua lapisan es yang baru terbentuk mencair.
Selain itu, pada musim dingin tahun ini terjadi fenomena puncak osilasi Arktik positif. Kondisi tersebut diketahui akan menyebabkan aliran angin kuat yang akan memaksa es abadi di Arktik meleleh dan airnya mengalir ke pantai timur Greenland. Kejadian-kejadian ekstrim seperti itulah yang menyebabkan lapisan es di kutub utara makin tipis dan muda.
Meski demikian, faktor-faktor alam lainnya dapat menyelamatkan lapisan es abadi. Jika tren aliran angin hangat seperti pada musim panas tahun lalu, kutub utara akan kehilangan banyak es abadinya. Namun, jika banyak berembus angin siklon yang bersifat mendinginkan, lapisan es bakal selamat.
Tidak hanya beruang kutub yang ternacma hidupnya akibat perubahan es yang drastis di Kutub Utara seperti digambarkan dalam film "Earth". Manusia juga harus siap menghadapai dampaknya jika muka air laut naik, pasang, dan gelombang besar. Sumber: Kompas

APA ITU GAS RUMAH KACA?

Adalah gas dari atmosfer yang berfungsi SEPERTI panel kaca yang ada di rumah kaca.
Tugasnya, menangkap energi panas matahari supaya tidak terlepas kembali ke atmosfir.
Yang termasuk kategori gas rumah kaca adalah CO2(carbon dioksida), NO2(dinitro oksida) dan CH4(metana).
Tanpa kehadiran gas-gas ini, panas akanmenguap ke angkasa kembali dan temperatur rata-rata bumi menjadi 63oF (33oC) lebih dingin.
Efek Rumah Kaca bukan karena gedung/rumah berkaca. CO2 dihasilkan karena pembakaran bahan bakar fosil (minyak bumi dan batu bara). Pemakaian pupuk kimia juga berpotensi menghasilkan gas metana (CH4).

SUMUR BIOPORI ATASI BANJIR

Salah satu cara jitu mengatasi banjir adalah dengan "TANGKAP" AIR HUJAN dengan cara buat sumur resapan atau sumur biopori
Cara Membuat Sumur Biopori
Gali lubang bentuk silinder, diameter 10 - 30 cm, kedalaman 80 - 100 cm (boleh kurang jika muka air tanah dangkal)
Jarak antara lubang yang satu dengan yang lain 50 - 100 cm
Isi lubang dengan sampah organik (sampah dapur, daun, rumput). Tambah terus sampah organik jika isi lubang berkurang akibat pembusukan
Perkuat mulut lubang dengan memasukkan paralon (10 cm) dan pinggir mulut lubang disemen agar tidak longsor
Tutup dengan "loster" atau tutup saluran WC agar tidak membahayakan anak-anak
Fungsi dari Sumur Biopori:
mengatasi banjir karena meningkatkan daya resapan air
mengatasi sampah karena dapat mengubah sampah organik menjadi kompos
mengurangi emisi dari kegiatan mengkompos sampah organik
menyuburkan tanah
mengatasi masalah timbulnya genangan air penyebab demam berdarah dan malaria

Go Green! Mulailah dari Rumah Anda!!

Global warming atau pemanasan global akibat efek rumah kaca pada bumi makin menjadi perhatian banyak kalangan akhir-akhir ini.
Berbagai fenomena alam aneh -seperti kacaunya ritme pergantian musim misalnya, menjadi pertanda betapa mendesaknya isu lingkungan hidup ini.
Apa penyebab efek rumah kaca yang terbesar? Listrik!! Penggunaan listrik memang jadi biang penyumbang terbesar (37%) gas rumah kaca.
Soalnya, pembangkit listrik yang bekerja akan menghasilkan polusi, salah satunya CO2. Begitu konsentrasi CO2 meningkat di atmosfer, makin banyak pula gelombang panas yang dipantulkan permukaan bumi diserap atmosfer. Akibatnya? Suhu permukaan bumi pun ikut meningkat.
Jika masih sayang dengan kehidupan cucu dan buyut anda di masa depan, mulailah ikut berperan mengurangi efek rumah kaca. Mulai dari rumah anda sendiri dengan menggunakan listrik secara efisien.
Selain bisa mengerem pemanasan global, tagihan listrik anda pun berkurang

Selamatkan Bumi Mulai dari Dapurmu

Aneka jenis tissue diproduksi dari serat kayu dan tidak dapat didaur ulang. Gunakan lap/serbet yang bisa dipakai berulang kali untuk lap piring, serbet makan, lap meja, dll
Kantong teh celup terbuat dari bahan yang sulit hancur. Pilih teh bubuk dan bukan teh celup
Jangan biarkan magic jar menyala selama 24 jam sehari. Segera matikan setelah nasi atau masakan matang. Nyalakan hanya saat ingin memanaskan nasi atau makanan
Minyak goreng dibuat dari kelapa sawit. Keberadaan kebun kelapa sawit telah mengubah wajah hutan alam di Indonesia. Berhematlah menggunakan minyak goreng untuk menyelamatkan hutan kita dan mengurangi emisi..Hutan gambut menyerap emisi karbon lebih besar dari hujan
Pilih sabun atau shampoo berukuran besar, bisa diisi ulang. Selain lebih ekonomis, kita juga bisa mengurangi sampah kemasan
Kulkas yang kosong lebih menghabiskan listrik daripada kulkas yang penuh.
Hindari pemakaian sumpit sekali pakai agar tidak menambah jumlah sampah. Pakailah sumpit yang setelah pakai dapat dicuci dan digunakan lagi.
Habiskan makanan yang ada dipiring untuk mengurangi sampah.
Hindari membuang air minum yang tersisa di gelas/botol. Gunakan untuk menyiram tanaman, mencuci tangan, dsb Usahakan menghabiskan minuman anda.
Jadikan sampah dapur organik (potongan sayur, kulit buah, tulang ikan/ayam, ampas teh, kulit telur, dll) menjadi kompos / pupuk dengan cara menguburkannya.
Pilah-pilah sampah anorganik (kertas, plastik, dll) yang masih bisa digunakan kembali (re-use)

Tik… tik… tik… hemat airnya

Pernah coba memompa air tanah dengan pompa tangan? Cape sekali loh… karena air tanah ada jauh di bawah tanah dan sulit dipompa ke atas. Mungkin sekarang tidak terlalu terasa karena kita tinggal memutar kran dan air langsung keluar karena kita sudah memakai pompa listrik. Oleh karena itu kita harus bisa menghargai air yang kita pakai sehari-hari.
Tahukah kamu?
Rata-rata penggunaan air bila mandi menggunakan shower akan menghabiskan 15-20 Liter per menit.
Bila pipa air kita bocor dan bila rata-rata bocor tersebut adalah satu tetes per detik, maka hasilnya adalah pemborosan 25 Liter air per hari dan akhirnya adalah 10.000 Liter per tahun.
Setiap orang rata-rata menggunakan 300 Liter air setiap hari
Jadi tahukah kamu berapa banyak air yang kamu dan keluargamu pakai setiap hari? Banyaknya air yang keluar dari shower pun berbeda-beda di setiap rumah karena perbedaan tekanan air.
Untuk mengetahuinya, kamu bisa pakai cara berikut ini.
Cari wadah yang bisa dipakai untuk mengukur banyaknya air yang terbuang dalam 1 menit. (salah satunya adalah karton susu seperti pada gambar)
Siapkan juga jam untuk mengukur waktu
Letakkan wadah dibawah kran air atau shower
Buka krannya dan ukur berapa banyak air yang keluar (dalam 1 menit atau sampai wadahnya penuh)

Bayangkan bila kamu ataupun orang lain membuang air cuma-cuma saat sikat gigi, mandi ataupun hanya cuci tangan.
Sekarang bagaimana cara kita menghemat air?
Matikan air kran sewaktu menggosok gigi. Lebih baik menggunakan gelas sehingga air tidak mengucur terus menerus.
Jangan mandi terlalu lama. Mandi adalah pengguna air kedua setelah wc.
Matikan kran sewaktu membilas tangan dengan sabun saat cuci tangan
Jadi polisi air di rumah. Ingatkan orang rumah dan teman-teman bila mereka memboroskan air.
Yuk kita hemat terus air dirumah!

Kampanyekan Bahaya Kantong Plastik Sejak Dini

Kita sebagai orang tua maupun guru harus dapat mengajarkan hal-hal yang mungkin menurut kita tidak penting, karena kita telah hidup di generasi yang memang memakai kantong plastik, dan mungkin masa jayanya plastik. Tetapi generasi dibawah kita akan memiliki kehidupan yang berbeda dimana mereka akan sudah berinteraksi dan peduli dengan linkungan sejak kecil sehingga hal-hal tersebut akan menjadi sesuatu yang alami. Salah satu yang perlu diajarkan adalah bahaya kantong plastik dan kebiasaan untuk membawa kantong belanja sendiri. Dibawah ini adalah artikel yang disadur dari harian Kompas 11 Februari 2008.
Bandung, Kompas - Kesadaran mengurangi penggunaan kantong plastik dalam kehidupan sehari-hari harus ditanamkan sejak dini karena kantong plastik tidak dapat terdegradasi di alam.
Hal ini diingatkan Asisten Deputi Urusan Pengendalian Pencemaran Limbah Domestik dan Skala Usaha Kecil Kementerian Negara Lingkungan Hidup Tribangun L Song di sela-sela Kampanye Antikantong Plastik di Kampus Institut Teknologi Bandung, Sabtu (9/2).
Kegiatan yang dimotori Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan ITB ini diikuti ratusan pelajar, mahasiswa, artis, dan aktivis lingkungan hidup di Kota Bandung.
Di berbagai negara maju, kampanye antikantong plastik (white pollution) sudah menjadi hal lumrah. Pemerintah China dan Australia bahkan telah mengeluarkan kebijakan larangan bagi supermarket dan toko-toko membagi-bagikan plastik undegradable (tidak dapat terurai).
Muhammad Chairul, dosen Teknik Lingkungan ITB, mengatakan, sampah plastik rata-rat memiliki porsi sekitar 10 persen dari total volume sampah. Dari jumlah itu, sangat sedikit yang didaur ulang. Padahal, sampah plastik berbahan polimer sintetik tidak mudah diurai organisme dekomposer. Butuh 300-500 tahun agar bisa terdekomposisi atau terurai sempurna.
Membakar plastik pun bukan pilihan baik. ”Plastik yang tidak sempurna terbakar, di bawah 800 derajat Celsius, akan membentuk dioksin. Senyawa inilah yang berbahaya,” ujarnya.

Kelas Ramah Sampah

Belajar ramah pada lingkungan tak harus selalu dalam bentuk pelajaran yang diikuti ujian. Belajar ramah pada lingkungan bisa kita mulai dari kebiasaan sehari-hari. Saya menggunakan hal ini sebagai salah satu cara untuk membiasakan kami semua belajar ramah pada lingkungan.
Barangkali, kebiasaan-kebiasan ini dapat anda lakukan di kelas atau di rumah.
Kotak Kardus
Saya biasa menggunakan kotak kardus sebagai wadah-wadah penyimpanan.
Saya meminta kardus-kardus bekas botol air mineral atau minuman kotak di kantin sekolah. Alternatif lain, anda bisa meminta kotak bekas kertas rim di kedai fotokopi.
Kardus-kardus yang saya gunakan, luas dasarnya sesuai dengan ukuran kertas A4 atau ukuran kertas folio. Saya memotong kardus besar itu agar tingginya hanya sekitar 8 cm. Agar lebih menarik, saya membungkus kardus-kardus itu dengan kertas warna warni seperti kertas kado.
Kardus-kardus ini banyak gunanya di dalam kelas. Saya biasa menggunakannya sebagai tempat kertas, tempat mengumpulkan tugas, tempat alat tulis, dan lain sebagainya. Saya tak perlu membeli wadah-wadah plastik.
Kaleng bekas
Kaleng bekas permen atau rokok bisa digunakan sebagai tempat pensil. Saya mengecat dasarnya agar merk tidak terlihat. Anak-anak melanjutkan dengan menghias kaleng-kaleng mereka dengan menempel gambar atau mewarnai/menggambarinya dengan cat minyak.
Kertas Bekas
Kertas bekas hasil salah print, sisa fotokopi, dan lain sebagainya saya kumpulkan dalam satu kotak. Saya dan anak-anak menggunakannya setiap kami membutuhkan kertas untuk corat-coret, membuat draft, main surat-suratan, dan menggambar.
Jika selesai menggunakan kertas warna-warni, anak-anak pun terbiasa untuk menyimpan sisa-sisa kertas yang masih bisa digunakan, tak langsung membuang semuanya!
Daur ulang pensil dan crayon
Anak-anak sering menghabiskan waktu hanya untuk meraut pensil. Saya menyediakan sebuah kotak untuk pensil-pensil yang sudah pendek sekali. Pensil-pensil itu disimpan dalam keadaan tajam dan siap digunakan. Setiap kali ada pensil yang patah atau tumpul sementara kami sibuk bekerja, anak-anak akan mengambil pensil pendek cadangan ini. Tanpa disadari kami menngambil persediaan pensil baru lebih jarang dari biasanya.
Kotak Bekas Sepatu
Kami membuat kotak surat untuk setiap anak dari kotak bekas sepatu. Anak-anak menghias kotak itu dengan gaya mereka sendiri. Ini jadi kotak surat pribadi bagi kami di dalam kelas, tempat kami saling berkirim pesan. Menyenangkan, punya sesuatu yang bersifat pribadi, sekaligus melatih kami untuk terbiasa menulis.
Menyimpan Paperclip
Dengan kelas yang bookless, paperclip adalah piranti penting di kelas kami. Kami membiasakan diri memakai ulang paperclip sesering mungkin. Coba tebak berapa kotak paperclip yang kami butuhkan dalam 1 tahun ajaran? Dua kotak saja! Itupun kebanyakan terpakai karena sudah tak bisa menjepit kertas lagi.
Makan bersama
Makan bersama di saat istirahat sekolah sangat menyenangkan. Membawa bekal sendiri, bertukar percakapan tentang banyak hal, jadi kebiasaan kami sehari-hari. Anak-anak tak canggung membawa bekal sendiri, karena kami semua melakukannya.
Membawa minum sendiri
Kami membawa botol minum sendiri. Hemat, tidak membuat sampah, dan kami lebih banyak minum.
Menggunakan Lap/Handuk, bukan tissue
Acara makan bersama akan dimulai dan diakhiri dengan kegiatan cuci tangan. Daripada memakai tissue, kami memilih lap atau handuk. Tentu saja lap dan handuk dicuci setiap hari!
Membuat Tas Kain
Setiap akhir minggu, anak-anak perlu membawa banyak hasil karya hasil kerjanya. Agar tidak repot, anak-anak membuat tas kain dari belacu, dan menghiasnya gambar-gambar kesukaan mereka. Jika perlu membawa banyak barang, kami menggunakannya.
Bertanya, dan membuka berbagai kemungkinan
Pernahkah kita bertanya, apakah boleh menggunakan kotak makan sendiri saat membeli makanan untuk take away? Pernahkah kita bertanya, apakah kita boleh memakai kertas bekas yang dibawa sendiri untuk fotokopi? Pernahkah kita berpikir untuk membawa tas yang lebih besar saat belanja dan menolak kantong plastik? Tidak sulit lho, sungguh.

Kurangi sampah sejak dini

Ah jadi inget, waktu Green Festival kemarin, saya sempet bicara panjang lebar sama seorang ibu (lupa dari negara mana) dengan dua anak cowok yang imyut-imyut. Salah satu dari sekian banyak topik yang sempet diomongin itu adalah tentang membiasakan anak untuk 3R+1R itu. Nggak cuma di rumah, tapi juga di sekolah (melalui guru dan prakarsa kelompok orang tua murid), anak-anak dibiasakan untuk melakukan praktek 3R+1R ini.
Misalnya:Sekolahnya kedua anak itu sudah mengharuskan semua anak didik membawa peralatan makan (kotak makan, sendok, garpu, sumpit, dll yang bukan sekali pakai) dan botol minum sendiri dari rumah. Syukur-syukur kalau di dalam kotak makanannya juga sudah ada makanan yang dibawa sendiri dari rumah (para orang tua juga diberikan buklet gizi dan resep-resep mudah, bergizi dan nikmat dari sekolah sebagai anjuran).
Penjaja di kantin atau di luar gerbang sekolah sudah diminta kerjasamanya untuk mewanti-wanti anak didik untuk menggunakan wadah sendiri ketika "jajan".
Sekolah juga mendukung program penghematan kertas, misalnya: untuk lanjut terus menggunakan buku tulis yang masih berhalaman sisa, walau sudah naik kelas. Atau menganjurkan orang tua untuk membeli kertas tulis saja yang kemudian dilubangi dan dimasukkan ke dalam file (kalau loose leaf kemahalan, bisa kertas tulis biasa saja). Hal ini mengurangi mubazir halaman sisa, dan juga masih banyak buku tulis yang "cover"nya terbuat dari bahan yang tidak mudah terdaur ulang secara organik.
Saat ini, sekolah itu sedang memulai kerjasama dengan salah satu alumni sekolah itu, untuk daur ulang kertas. Para murid diajak untuk mengumpulkan kertas bekas untuk kemudian didaur ulang menjadi kertas tulis baru. Kertas ini kemudian akan dijual di koperasi sekolah itu dengan harga yang terjangkau.
Penghematan listrik juga dilakukan dengan cara belajar di luar ketika cuaca cerah. Di bawah rerimbunan pohon dan "saung kecil", terik matahari juga tidak terlalu terasa. Di sekolah, anak-anak juga belajar memilah sampah, menggunakan kembali sampah mereka untuk pelajaran kerajinan tangan, membuat kompos dan menanam bibit untuk pelajaran IPA.
Masih banyak lagi hal-hal menarik yang saya dengar, tapi kok ya lupa ya? *jeduk-jeduk kepala ke tembok* nanti saya tambahin lagi kalau ingat

Batere, habis terang terbitlah gelap

Ini juga jadi pertanyaan banyak orang. Baterai (batu baterai, atau kalo di bule dikenal sebagai dry-cell batteries) itu habis dipake lalu dibuang, kan ya? Apakah bisa di daur ulang? Apakah semua orang bisa mendaur ulang baterai? Apalagi yang namanya batu baterai itu kan bahan berbahaya dan beracun. Salah-salah, bukannya untung malah buntung.
Tapi, kalau dibuang begitu saja bersama dengan sampah, lalu berakhir di tempat pembuangan akhir, atau malah dibakar… hmmm… kayaknya nggak sehat banget, ya?
Di luar negeri, yang namanya baterai itu bisa dikembalikan ke pembuatnya (manufacturer) ketika sudah selesai dipake. Satu RT/RW bisa mengumpulkan di wadah terpisah, dan nanti bareng-bareng dikembalikan ke si pembuat. Atau, orang-perseorangan bisa ke toko-toko swalayan, toko-toko elektronik, atau toko-toko lain yang menyediakan tempat pengumpulan baterai bekas pakai. Selain itu, perusahaan-perusahaan pembuat baterai juga mendirikan beberapa recycling depot di daerah-daerah/kota-kota tertentu.
Lalu, di Indonesia sendiri bagaimana? Kayaknya belum ada, ya? Menurut salah satu koran ibu kota, banyak perusahaan dan toko yang sebenernya tau, tapi cuek karena di Indonesia belum ada peraturan yang mengharuskan mereka untuk melakukan tindakan proaktif untuk mengumpulkan dan mendaur-ulang baterai-baterai yang imut-imut tapi berbahaya ini (ya, kalau cabe rawit juga imut dan pedes, tapi ga bahaya).
Jadi, bisa nggak kita mengembalikan batu baterai bekas ke si pabriknya? Ini sih saya belum tau. Tapi lucu juga kali ya, kalau satu RT saja mengumpulkan batu baterai bekasnya lalu dikembalikan ke pabrik baterai itu? Ada yang udah coba?
Cara-cara yang mudah adalah:
Ingat-ingat… apakah masih ada baterai nganggur di rumah. Kadang-kadang kita kan suka lupa, "masih ada nggak ya, baterai di rumah?" Malah kalau terlalu banyak baterai, akhirnya mubazir.
Simpan dengan rapi dan terpisah… untuk membantu mengingat apakah kita masih punya stok baterai atau tidak, simpan batu baterai baru dengan rapi, di tempat yang terpisah. Kalau ayahku di rumah punya kotak khusus untuk batu baterai stok serumah. Kalau tercecer malah akhirnya baterainya suka nyelip, hilang, dan nanti waktu sudah ditemukan malah sudah benyenyeh dan karatan.
Beli baterai yang lebih ramah lingkungan. Kadang-kadang ada lho baterai yang kandungan bahan berbahaya atau merkurinya lebih tinggi daripada baterai lainnya. Lagian, kata temen yang kerja di lab, merkuri ini kan bisa menyebabkan kemandulan dan masalah-masalah kesehatan lainnya.
Engkol, matahari, dan sumber energi lainnya… Kalau mau, pilih barang-barang yang tidak butuh baterai, atau ada sumber tenaga alternatif (misalnya kalkulator yang bisa nyala pake tenaga cahaya itu lho).
Gunakan rechargeable battery. Ya jadi nggak sekali pakai terus buang. Ya itung-itung sembari nunggu pemerintah mengeluarkan peraturan perbateraian. Omong-omong… baterai yang bisa disetrum ulang juga belum tentu ramah lingkungan, karena selain untuk nyetrum mereka juga butuh tenaga (listrik!), mereka juga mengandung bahan-bahan beracun dan berbahaya. Jadiii… kalau baterainya udah nggak mau distrum lagi, ya harus dibuang dengan hati-hati juga, jangan sampai malah meracuni lingkungan. Gunakan baterai sampai titik darah penghabisan!Selain itu, pastikan kita benar-benar menggunakan baterai sampai puol pol pol; karena setiap volt baterai itu berharga, lho. Misalnya, baterai bekas alat pemutar musik, tustel eh kamera digital atau mungkin cukuran kumis, masih bisa dimasukkan ke dalam remote televisi atau AC (walau mungkin range-nya nggak bisa dari jauuuuh, tapi masih bisa kok).
Temenku menghemat baterai dengan berbagai cara. Ada yang dijemur, ada juga yang dimasukin ke kulkas. Entah deh nih, apa berhasil atau nggak. Terus, dengan dimasukin ke kulkas nggak tau juga deh dampaknya ke makanan-makanan yang ada di dalem kulkas.
Mari Merakit Joule ThiefAtau, simpan baterai yang kamu kira sudah mati. Karena sebenernya mereka belum mati! Kebanyakan alat-alat elektronik berbaterai butuh minimal 1.5 - 3V untuk menyala (misalnya LED biru atau putih). Di bawah itu, mereka menyatakan baterainya sudah soak, sudah mati, sudah tidak ada gunanya. Tapi berarti, di dalam baterai itu masih ada sekitar 1.5V yang nganggur begitu saja.
Nah, kalau ada iseng, buat saja sebuah joule thief, dengan kata lain, senter kecil yang bercahaya lumayan tapi hanya perlu daya rendah. Dia akan tetep menggunakan daya baterai yang tinggal sedikit itu (±1V), sampai hanya 0.3V saja yang tersisa (lama hidup: sekitar 3 hari sampai 1 minggu).
Jadi, lumayan lah baterai-baterai yang udah "nggak guna" itu bisa disimpan untuk saat-saat di mana PLN lagi ngambek dan matiin lampu rumah.
Saya sih lagi mau nyoba bikin, minggu ini. Entah deh berhasil atau nggak, berhubung saya ga mahir begini-beginian. Tapi temenku bikin sih berhasil. (Ya iya lah, dia kan pinter, masa’ ya iya dong?)