Ah jadi inget, waktu Green Festival kemarin, saya sempet bicara panjang lebar sama seorang ibu (lupa dari negara mana) dengan dua anak cowok yang imyut-imyut. Salah satu dari sekian banyak topik yang sempet diomongin itu adalah tentang membiasakan anak untuk 3R+1R itu. Nggak cuma di rumah, tapi juga di sekolah (melalui guru dan prakarsa kelompok orang tua murid), anak-anak dibiasakan untuk melakukan praktek 3R+1R ini.
Misalnya:Sekolahnya kedua anak itu sudah mengharuskan semua anak didik membawa peralatan makan (kotak makan, sendok, garpu, sumpit, dll yang bukan sekali pakai) dan botol minum sendiri dari rumah. Syukur-syukur kalau di dalam kotak makanannya juga sudah ada makanan yang dibawa sendiri dari rumah (para orang tua juga diberikan buklet gizi dan resep-resep mudah, bergizi dan nikmat dari sekolah sebagai anjuran).
Penjaja di kantin atau di luar gerbang sekolah sudah diminta kerjasamanya untuk mewanti-wanti anak didik untuk menggunakan wadah sendiri ketika "jajan".
Sekolah juga mendukung program penghematan kertas, misalnya: untuk lanjut terus menggunakan buku tulis yang masih berhalaman sisa, walau sudah naik kelas. Atau menganjurkan orang tua untuk membeli kertas tulis saja yang kemudian dilubangi dan dimasukkan ke dalam file (kalau loose leaf kemahalan, bisa kertas tulis biasa saja). Hal ini mengurangi mubazir halaman sisa, dan juga masih banyak buku tulis yang "cover"nya terbuat dari bahan yang tidak mudah terdaur ulang secara organik.
Saat ini, sekolah itu sedang memulai kerjasama dengan salah satu alumni sekolah itu, untuk daur ulang kertas. Para murid diajak untuk mengumpulkan kertas bekas untuk kemudian didaur ulang menjadi kertas tulis baru. Kertas ini kemudian akan dijual di koperasi sekolah itu dengan harga yang terjangkau.
Penghematan listrik juga dilakukan dengan cara belajar di luar ketika cuaca cerah. Di bawah rerimbunan pohon dan "saung kecil", terik matahari juga tidak terlalu terasa. Di sekolah, anak-anak juga belajar memilah sampah, menggunakan kembali sampah mereka untuk pelajaran kerajinan tangan, membuat kompos dan menanam bibit untuk pelajaran IPA.
Masih banyak lagi hal-hal menarik yang saya dengar, tapi kok ya lupa ya? *jeduk-jeduk kepala ke tembok* nanti saya tambahin lagi kalau ingat
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment